Bab 39 Jepang, We are Coming

1297 Kata

Pagi itu, rumah mereka dipenuhi suasana sibuk yang anehnya menyenangkan. Matahari baru merangkak naik ketika Anggita turun dari kamar membawa koper silver-nya yang cukup berat. Rafka sudah menunggu di bawah, sedang memeriksa boarding pass di ponsel sambil sesekali melirik jam tangan. “Gitaaa… ayo cepat. Nanti kita telat,” serunya begitu melihat istrinya menuruni tangga. “Telat dari mana? Masih jam enam. Penerbangannya jam sembilan, Raf,” jawab Anggita sambil memutar bola mata. “Makanya. Kita harus datang cepat, biar bisa sarapan dulu.” “Rafka… tujuanmu sarapan atau honeymoon?” “Keduanya,” balasnya santai, lalu merebut koper Anggita. “Biar aku angkat. Kamu manis-manis aja.” Belum sempat Anggita membalas, suara klakson mobil terdengar dari luar. Beep. Beep. Rafka mengernyit. “Hah? Dr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN