Bab 40 Tiba di Jepang

1122 Kata

Pesawat mendarat mulus di Bandara Haneda, dan suara ding-dong pengaman berbunyi. Anggita membuka mata pelan, masih bersandar di bahu Rafka yang dari tadi tidak bergerak sama sekali. “Tidurmu nyenyak, My little wife?” bisik Rafka, suaranya rendah dan hangat. “Nyenyak… banget,” gumam Anggita, mengedip pelan. “Kamu nggak capek bersihin rambutku dari tadi?” “Nggak, dong.” Rafka mengecup ubun-ubunnya pelan. “Aku menikmati setiap menitnya.” Pramugari mempersilakan penumpang keluar. Anggita berdiri, tapi Rafka cepat meraih koper kabinnya. “Suami siapa coba yang seganteng ini,” celetuk Anggita sambil merapikan rambut. “Suami kamu.” Jawaban Rafka cepat dan tidak memberi ruang untuk bercanda. Anggita mendengus manja. “Ih, pede amat.” “Fakta, bukan percaya diri.” Mereka berjalan keluar. Ban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN