Bab 108 Kencan Lagi

1121 Kata

Rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Bukan sunyi yang kosong, melainkan sunyi yang jarang mereka rasakan—sunyi yang tidak diisi oleh tangisan kecil di tengah malam, tidak ada bunyi botol s**u yang dipanaskan tergesa, tidak ada langkah kaki yang terburu-buru menyusuri lorong sambil menahan kantuk. Sunyi yang nyaris asing. Rafka berdiri di depan cermin kamar, menatap pantulan dirinya sendiri lebih lama dari yang ia sadari. Kemeja yang dikenakannya sederhana, tapi harganya tentu luar biasa. Kualitasnya bintang lima dan warnanya gelap. Rafka terlihat memakai lagi parfum mahalnya dan memoles gaya rambutnya kembali. Biasanya, dia tidak terlalu bergaya, tapi malam ini berbeda. Jam tangan mewah terpasang di tangan kiri. Beberapa kali menggantinya, memastikan jam tangan itu serasi dengan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN