Bab 10 Malam Romantis

1002 Kata

Malam turun perlahan, menelan sisa cahaya sore yang tersisa di cakrawala. Mobil Rafka meluncur mulus di jalanan kota, lagu lembut mengalun pelan dari radio. Anggita bersandar di kursi penumpang, memeluk tas kerja di pangkuannya. “Aku beneran capek banget hari ini,” gumamnya. Rafka meliriknya sekilas, bibirnya melengkung. “Tapi cantiknya nggak hilang, tuh.” Anggita mendengus kecil. “Gombal banget kamu sekarang.” “Bukan gombal. Fakta ilmiah,” balas Rafka ringan. "Kamu juga ganteng, deh." "Kok ada deh nya?" Rafka protes. "Biarin, yang penting muji, kan?" Rafka merenggut sebal. Anggita tertawa kecil. "Jangan ngambek, kamu ganteng banget, kok." Anggita sedikit tertawa geli, tak tahan melihat ekspresi ngambek suaminya. Rafka mengernyitkan kening, "Benar?" "Benar, dong. Semua orang jug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN