Rafka menekan bel rumah orang tua Anggita. Pintu dibuka Soni, kakak Anggita, yang langsung menatap Rafka dengan ekspresi setengah terkejut, setengah geli. Soni memang sudah tahu kalau Rafka akan datang, tetapi tidak menyangka, pria yang dinikahi adiknya dengan cepat itu, akan datang sekejap mata. Dia bahkan baru pulang dari kantornya. Namun, melihat usaha Rafka, Soni bisa menebak bagaimana besarnya cinta seorang Rafka bagi Anggita. “Raf? Tadi bilang mau datang, tapi nggak nyangka pagi-pagi begini langsung muncul,” Soni menyeringai. “Eh, maaf nih, abang. Aku ada rencana sedikit rahasia buat Gita,” Rafka menjawab sambil mengangkat alis nakal. Soni melangkah ke samping, membiarkan Rafka masuk. “Oke… tapi jangan bikin ribut, Maura lagi masak, sedang nyiapin buat sarapan. Dia suka jadi singa

