Matahari baru saja menanjak di langit Jakarta. Suasana Gelora Bung Karno ramai tapi tetap nyaman untuk jogging. Rafka sudah berdiri dengan jaket olahraga, matanya menatap Anggita yang masih terlihat sedikit kaku dari pinggang ke bawah. “Kamu siap, Sayang?” Rafka tersenyum, matanya menyorot penuh minat tapi juga penuh perhatian. Anggita mengeluh, tangan menopang pinggangnya. “Raf… pinggangku masih sakit… aku nggak yakin bisa lari jauh.” Rafka menggenggam tangannya dengan lembut. “Sedikit stretching dulu, aku temenin. Santai… tapi kan hari Minggu, matahari bagus, udara segar… ayo, aku jamin nanti badanmu lebih enak.” Anggita mendesah, tapi tak bisa menolak tatapan manja Virgo-nya. Akhirnya, mereka mulai berjalan pelan, menikmati udara pagi. Rafka sesekali menyentuh punggung Anggita, memb

