Keesokan paginya, ruang meeting lantai delapan SkyVision kembali dipenuhi tumpukan dokumen dan aroma kopi. Devi sudah datang lebih dulu, menyiapkan presentation deck yang harus mereka review bersama tim promosi. Rafka masuk beberapa menit kemudian, mengenakan kemeja biru muda yang dilipat hingga siku, tampak santai tapi tetap berwibawa. “Maaf telat, ada rapat dadakan sama tim editorial,” katanya sambil menaruh laptop. “Gak apa-apa,” sahut Devi ringan. “Aku juga baru aja selesai briefing ke tim desain.” Tak lama, beberapa staf lain masuk dan duduk. Rapat berjalan lancar. Rafka menjelaskan strategi media placement, Devi menambahkan ide public engagement lewat influencer. Diskusi itu profesional dan produktif. Bahkan, beberapa staf berdecak kagum melihat bagaimana dua sosok berpengalaman i

