Bab 16 Cemburu ya?

1202 Kata

Kantor stasiun televisi “SkyVision” pagi itu sedang sibuk. Suara sepatu beradu dengan lantai marmer, aroma kopi memenuhi ruang rapat, dan Rafka Wijaya baru saja keluar dari ruang meeting setelah dua jam membahas proyek besar yang diinisiasi oleh Aurora Tech—perusahaan milik istrinya. Ia melonggarkan dasi, memijat pelipis sebentar. “Pak Rafka?” Suara lembut menyapanya. Rafka menoleh, dan nyaris lupa menarik napas saat melihat siapa yang ada di hadapannya. Devi. Mantan kekasihnya saat kuliah di luar negeri dulu. Rambutnya masih selembut dulu, bergelombang di ujung, kulitnya putih bersih dengan blazer krem yang membuatnya tampak elegan. Mata teduhnya menatap Rafka sambil tersenyum, senyum yang dulu sempat jadi alasan dia menerima ajakan berpacaran sebelum akhirnya ia hancurkan dengan kepu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN