Bab 15 Kualat, ihh!

1048 Kata

Pagi itu Jakarta sedang ramah. Matahari baru muncul, angin menepuk-nepuk lembut daun mangga di halaman rumah mereka. Rafka baru selesai lari pagi. Kaos putihnya menempel di tubuh, rambutnya sedikit basah, dan wajahnya sudah segar seperti iklan vitamin. Ia turun ke bawah sambil menenteng botol air, berniat langsung minum smoothie hijau kesukaannya. Namun baru dua langkah ke dapur, ia berhenti. Ada bau aneh. Asap tipis merayap dari arah kompor, disertai suara “cessss” dan seruan panik, “Astaga! Kok malah gosong?! Padahal baru aku tinggal buka kulkas!” Rafka memiringkan kepala, menahan senyum yang sudah nyaris pecah. Ia berjalan pelan ke dapur dan menemukan pemandangan yang... sulit dijelaskan dengan kata ‘tenang’. Dapur seperti habis diserang zombie. Tepung tumpah di meja, roti terbaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN