*** "Al, kamu punya mimpi?" bisikan itu terdengar mengaung dikesunyian. Menciptakan suasana magis yang entah kenapa terasa begitu menyenangkan. Dengan ruangan kamar yang remang-remang itu, keduanya berbaring berpelukan. Ya, setelah beberapa bujukan dari kekasihnya, Sofia memutuskan tidak jadi pulang dan menginap disini. Kemudian sebuah gerakan terasa dipunggungnya, tanda kalau Alvaro mulai memberi respon. "Mimpi?" "Hm." Sofia mengangguk. Alvaro terlihat berpikir sebentar, "Menurutku, mimpi itu sesuatu yang nggak akan tercapai." "Maksud kamu?" "Mimpi itu hanya datang ketika kita sedang tidur, sedangkan saat kita sadar, mimpi itu hilang begitu saja. Aku nggak punya mimpi karena percaya itu mustahil. Aku lebih setuju kata 'mimpi' diganti dengan 'ambisi', itu lebih masuk akal. Denga

