*** Sofia masih berdiri di tempatnya, pun setelah Alvaro menoleh ke arahnya dengan terkejut. Pria itu turun dan berjalan menghampirinya. "Kamu disini?" Tanyanya. Dengan raut wajah masih sama: syok. Sofia beralih menatap Alvaro dengan pandangan bertanya. "Dia..." Alvaro menggaruk kepala. "Hai." Pria gondrong yang tadi duduk di sofa berdiri sambil tersenyum ramah. "Gue Fabian, temennya Al." Sofia mengangkat sebelah alisnya saat pria bernama Fabian itu mengulurkan tangan. Rambut pirang gondrong acak-acakkan, kaos oblong yang tertutup jaket kulit hitam, serta celana jeans robek-robek yang tak kalah kumelnya. Dia tidak percaya seorang Alvaro yang biasa rapi berteman dengan manusia jenis preman seperti ini. Demi kesopanan dia menyambut tangan itu. "Sofia." "Gue kayaknya ada urusan di l

