Bab 26

759 Kata

*** Saat itu, tubuh kecil dengan baju kebesaran kusam itu duduk menggenggam erat ketiga payungnya. Bibirnya yang sudah membiru terus berusaha menawarkan payungnya untuk di sewakan kepada orang-orang yang masih bergerombol di depan sebuah mall. Tidak ada yang memperhatikan ucapannya sama sekali. Dia tidak menyerah. Tidak peduli tubuhnya yang mulai menggigil karena diguyur hujan sejak tadi. Sampai seorang wanita paruh baya yang sepertinya sedang terburu-buru itu mengambil satu payung miliknya. "Karena saya butuh payung ini untuk jarak yang jauh, saya beli saja ya?" Namun pemuda kecil itu menggeleng. Payung-payung itu milik Bos-nya. Dan jika di ambil, maka dirinya akan kehilangan pekerjaan. Seolah mengerti si Perempuan paruh baya mengeluarkan dua lembar uang seratus ribu dari dalam d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN