*** Sofia melempar ponselnya dengan kesal. Telepon yang baru saja masuk memang sungguh menyebalkan. Kakaknya, Galen, membuat ulah lagi di hari kedua setelah dirinya baru saja kembali dari Semarang. Memang ya benar-benar... Dia ingin sekali meninju rusuk pria itu. Tapi kali ini dia harus menjemput Kakaknya yang sedang berada di kantor polisi lebih dahulu. Dari laporan yang baru saja diterimanya, Galen nekat untuk menerobos rumah orang meskipun tidak diizinkan. Tak tanggung-tanggung, rumah itu adalah milik klan Sastraguna. Keluarga dengan anggota yang namanya tersohor di seluruh negri. Sofia benar-benar tak habis fikir. Apa yang Kakaknya cari disitu? Jangan bilang gadis yang Kakaknya berusaha luluhkan selama ini adalah anggota dari Sastraguna? Bisa gawat kalau begitu. Mana mungkin dirin

