*** Kebingungan. Alvaro berdiri di depan pintu IGD sambil mengernyit. Dirinya buru-buru datang kesini dan sudah menduga hal yang tidak-tidak mengenai kondisi Sofia. Dan ternyata yang terjadi disini sungguh kebalikannya. Gadisnya itu tampak shining, shimmering, splendid di sofa bersama pria gemuk yang menyilangkan kaki sambil bermain ponsel. Alvaro mendekat. Bukannya merasa marah, dirinya malah tampak lega. Dalam hati berkata, baguslah kalau dia baik-baik aja. “Kamu datang.” Sapa gadis itu berseri-seri. Alvaro tersenyum melihatnya. Mengabaikan tatapan lain yang terlihat takjub dari samping Sofia. “Jangan bikin aku takut kayak tadi lagi. Aku beneran nyangka kamu kenapa-napa.” Dia menyentil kening Sofia sebelum ikut duduk di sisinya yang lain. “Aku kan nggak ngomong apa-apa.” Sofia

