*** Remaja itu melangkah terseok-seok sambil menawarkan payung. Hujan kembali turun dengan derasnya. Dia bahkan tidak berhenti bekerja padahal perutnya dari pagi belum terisi. Kaus kumalnya sudah basah kuyup terkena air hujan. Dia tidak menyerah. Demi menyenangkan Sang Ibu, dia rela tidak makan dan terua bekerja seperti ini. Dan berkat kerja kerasnya, dia berhasil membawa uang lima puluh ribu untuk dia berikan kepada Ibu. Dia membuka pintu rumahnya yang tampak rapuh. Lalu melihat Ibunya sedang duduk sambil menempelkan ponsel di telinga sambil menghisap rokok. “Serah, dah. Penting ada aja bayaran buat gue.” Kata terakhir Ibu sebelum mematikan ponsel. Ibu menoleh kearahnya, “Lo, bawa duit kagak?” Si remaja maju dengan senyum lebar. Lalu memberikan satu lembar uang lima puluh ribu it

