*** Dirinya jatuh cinta. Alvaro menyadari sekali hal itu. Dimana dadanya menghangat setiap mengingat kebersamaannya dengan Sofia, dimana perasaan rindunya membuncah saat gadis itu tidak disisinya. Dan yang paling penting, dia menyukai kontak fisik mereka. Selain Prayit, pamannya, dia tidak pernah mengizinkan siapa pun menyentuhnya sejak usianya 17 tahun. Dan Prayit hanya menyentuhnya sekilas-sekilas, seperti tepukan pundak kemarin contohnya. Ya, dia mengakui bahwa dirinya memang sudah terjatuh dalam pesona Sofia. Gadis dengan ambisi memikat dan tatapan mata coklat tegas yang selama ini sanggup membuat Alvaro sulit mengalihkan tatapannya. Dia sudah terjebak, sampai takut akan menjadi gila kalau Sofia memilih meninggalkannya. Itu sebabnya, dia masih belum mau mengakui perasaannya kepada

