"Asher!" Aku menahan tangannya yang hendak mengambil sebuah tas bermerk di sebuah toko yang kami kunjungi berkat Asher yang menarik ku kesini. Pria itu tidak ada lelahnya membawaku ke toko-toko yang menarik perhatiannya. Di tangan ku sudah tergantung 4 buah tas belanjaan berukuran besar dan aku tidak tahu apakah aku masih bisa menampung satu buah tas lagi atau tidak. Semua toko yang kami kunjungi adalah toko barang mewah yang harganya sangat mahal, dan Asher seperti orang yang terlalu banyak uang sehingga menghamburkannya dengan membelikan ku barang-barang itu. Asher menoleh padaku setelah sebelumnya melirik tangannya yang di genggam oleh ku, alisnya mengernyit membuat lipatan di pertengahannya, "Kamu tidak suka tas ini?" ia bertanya padaku. Bukannya aku tidak suka dengan tas yang ingi

