Mata ku mengerjap, lalu memejam erat saat rasa pening melanda. Perlahan aku mendudukan tubuhku dan bersandar di kepala ranjang. Aku mengedarkan pandangan ku, saat itu yang kulihat hanyalah ruangan serba putih dengan aroma obat-obatan khas rumah sakit. Setelah di perhatikan lagi, ruangan ini terbilang mewah dengan fasilitas AC, kamar mandi, tv, beberapa sofa dan lemari pendingin. Tunggu, kenapa aku dibawa kerumah sakit? Bukankah aku hanya sedikit terbentur bola basket. Lalu siapa yang akan membayar tagihan kamar berfasilitas VIP ini? Sial, biayanya pasti sangat mahal. Tidak bisa, aku harus segera keluar dari sini, apa aku kabur saja? Aku tidak mempunyai uang. Batin ku. Saat hendak turun dari atas ranjang pasien pintu kamar tiba-tiba terbuka, aku memaku dengan wajah yang melihat kearah pin

