Aku membuang muka. Bagaimana bisa dia bicara semudah itu mengajak ku untuk memulai hubungan dengannya? Jika aku mengiyakan, ini mungkin akan menjadi pertama kalinya aku berpacaran. Aku bahkan tidak tahu apa perasaannya tulus atau hanya main-main saja. Aku yakin Asher memiliki banyak pengalaman bersama dengan wanita di banding diriku yang benar-benar pemula. Aku pikir tempat dan waktunya tidak tepat untuk ini. " Bisa kita bahas hal ini lain kali? Aku disini tidak untuk membahas tentang ini. Bukankah kamu mengundang ku untuk mengerjakan tugas bersama?" Aku tidak ingin mengambil keputusan terburu-buru. Aku hanya tidak ingin merasa keluar dari dalam lubang harimau lalu masuk ke dalam lubang singa. Meskipun Asher sudah mengatakan berulang kali jika dia mencintai Ku. Bagaimana bisa aku langs

