BAB 26

1543 Kata

Di dalam ruangan hanya terdengar suara jam yang berdetik terdengar lebih keras dari biasanya, entah memang sejak awal seperti itu atau karena suasana rumah yang menjadi lebih hening dari biasanya. Pencahayaan rumah kami yang redup menambah kesan sepi rumah kami. Di salah satu kursi meja makan Sarah duduk dengan kepalanya yang menunduk sedang mengoleskan selai stroberi diatas rotinya. Sedangkan aku sedang memasak dua butir telur sambil terus mencuri pandang kearah Sarah, aku ingin mulai bicara padanya tentang masalah kemarin tapi aku belum menemukan waktu yang tepat. Semakin lama rasanya kami merasa semakin canggung satu sama lain. Aku memandang kosong kearah penggorengan dan telur yang sedang kumasak, sedangkan pikiranku bahkan sudah melupakan telur itu. Aku terus berpikir bagaimana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN