Setelah sampai di tempat yang lumayan sepi, Ame segera menatap kedua rekannya dengan mata sendu. Ia tidak bicara, menunggu kedua orang itu untuk mengungkapkan rasa. Wajahnya memerah bukan karena panas matahari, tetapi karena sudah sangat mabuk. “Aku tak yakin kau seorang pangeran. Bagaimana bisa ... bagaimana bisa kau mabuk dan melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu.” Deltha memijat kepalanya, nyaris gila karena kelakuan Ame hari ini. Ia baru saja tiba dari perjalanan jauh, dan kaget karena melihat Ame bisa bersantai dan berpesta-pora. Dia dan Code mati-matian menahan rasa lelah karena misi, dan Ame malah menikmati waktunya yang begitu banyak dengan cara sangat santai. “Sudahlah,” ujar Code menenangkan Deltha. Ia memegang pundak Deltha, dan menatap Ame dengan saksama. Ditariknya

