Suasana di ruangan itu sangat hening, masing-masing orang kini sibuk dengan pikirannya sendiri, dan tidak memedulikan satu sama lain. Ya ... orang-orang itu adalah pria serigala dan Elora. Pada saat ini keduanya masih sama-sama menyiapkan diri dengan baik, mencari celah agar merasa lebih nyaman dan bisa berbagi beberapa hal yang bisa dikatakan sangat privasi. Hingga setelah beberapa saat berlalu, Elora sudah terlihat siap. Ia memerhatikan pria serigala dengan saksama, lalu menghela napas. “Aku berasal dari kota kecil bernama Exalic, dan aku datang ke Ibu Kota untuk menghadiri pertemuan dengan seseorang. Keluargaku menjodohkanku, tetapi aku tidak tertarik dengan hal itu. Di tengah perjalanan aku memikirkan hidupku ke depannya akan bagaimana, dan ... aku memutuskan untuk pergi. Aku ingin m

