Terlelap

1067 Kata

Frans masih terbayang kata-kata Kai sebelum ia naik pesawat. "Om, mengapa buru-buru pulang? Kai senang Om dan Tante menemani Kai di sini. Kai ajak ke rumah di Jakarta nanti," ucap Kai dengan sorot mata sedih. Frans menatap ke jendela mobil. Hatinya renyuh mengingat Kai menyebutnya Om, bukan Ayah sebagaimana seharusnya. Kapan Kai bisa tahu jika dirinya adalah ayahnya. Kapan pula ia bisa mendengar Kai memanggilnya dengan sebutan Ayah. "Sayang, jangan sedih begitu," hibur Diana seolah mengerti apa yang dipikirkan dan dirasakan Frans saat itu. Frans menoleh dan tersenyum hambar. Ia balik menggenggam tangan Diana yang menggamit lengannya. Sementara Brian memperhatikan dari kaca spion apa yang tengah terjadi diantara keduanya. Ia penasaran, akan ekspresi Frans yang terlihat muram. Tapi ia t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN