Anting Cezar

1048 Kata
Frans duduk di hadapan Adam dengan penuh tanda tanya. Sepulang sekolah tiba-tiba Adam memanggilnya. Adam memintanya datang ke dalam ruang kerja yang dulu sangat dilarang untuk Frans datangi. Meskipun tanpa sengaja Frans sudah tahu isi di dalamnya. "Ayah minta maaf, karena telah menamparmu. Saat itu Ayah..." "Lupakan," sahut Frans tidak ingin memperpanjang persoalan. Adam menatapnya bingung namun akhirnya melanjutkan apa yang ingin disampaikannya. Adam menceritakan semua masa lalunya hingga yang terjadi saat ini. "Karena itulah, pemerintah sepakat untuk memusnahkan mereka yang kebal berikut yang menolak berubah," ucap Adam. "Maaf, kalau boleh bilang sepertinya hanya fisik ayah yang berubah jadi manusia tapi hati ayah tetaplah seorang monster." Ucapan Frans mengejutkan Adam. "Apa maksudmu?" tanya Adam bingung. "Setiap vampir punya hak memilih jalannya sendiri. Apakah ia mau menjadi manusia atau tetap sebagai vampir. Apalagi bagi mereka yang memang kebal dan tidak bisa berubah. Membunuh mereka adalah tindakan yang melanggar norma. Vampir juga manusia, mereka hanya berbeda, karena itulah hak mereka seharusnya sama," ucap Frans lalu ia pamit meninggalkan Adam yang tersentuh dengan kata-katanya. Mendengar kata-kata Frans seperti mendengar ucapan Druf mendiang Ayahnya. Bahwa vampir juga manusia mereka hanya berbeda. "Frans!" sapa Jessy. Frans hanya melirik sesaat. Ia hanya penasaran dengan sosok di samping Jessy, Samuel. Kalau tidak salah dia adalah rektor kampus Blue Sky dan penulis buku tentang vampir yang pernah dibacanya. Saat Frans melewatinya Samuel menahan lengannya. Sontak Frans menatap Samuel dengan tatapan tajam. Melihat hal itu bukannya melepaskan Samuel semakin mengeratkan pegangannya. "Aku ingin bicara denganmu," ucap Samuel lalu melepaskan pegangannya. Frans segera mengubah arah tujuannya yang semula menuju kamar kini menuju taman belakang. Samuel langsung mengikutinya dan meminta Jessy untuk tidak ikut. Ada hal yang sangat prinsip yang ingin ia pastikan. "Ada apa?" tanya Frans datar. Samuel menatap seluruh gerak gerik Frans yang sulit dibaca. "Kau bertemu dengan para vampir?" tanya Samuel. "Tentu," sahut Frans. "Bagaimana menurutmu, mereka menemuiku dan meminta untuk sekolah di sini. Mereka meminta hak yang dulu pernah diberikan semasa pemerintahan ayahmu. Jika kuberikan aku khawatir mereka berbuat kerusuhan," ucap Samuel. "Kenapa? Kau takut karena sekarang tidak punya kekuatan lagi untuk mengatur mereka?" tanya Frans. Samuel terhenyak, karena tebakan Frans sangat benar. "Jangan perlakukan mereka seperti hewan. Vampir punya pimpinan, jika kau ingin mengatur mereka maka jalinlah hubungan yang baik. Harusnya paman lebih berpengalaman," sahut Frans lalu memilih pergi tanpa pamit. Ia sangat lelah disuguhi banyak pertanyaan, apalagi ada Jessy. Untuk sementara ia harus keluar dari rumah. Frans segera menemui Tony dan mengajaknya pergi jalan-jalan ke luar rumah. Lebih baik menghindari sumber masalah seperti Jessy. Berurusan dengannya sama seperti dapat penderitaan yang tak berkesudahan bagi Frans. "Mau kemana kita?" tanya Tony. "Pasar malam. Yuk!" ajak Frans. "Serius?!?" tanya Tony. Frans tak menyahut lagi. Namun kakinya pasti melangkah menuju jalan raya dan menyetop taxi. Tony yang belum pernah mengunjungi pasar malam langsung bersemangat. "Biasanya kau tidak suka keramaian. Tumben?" tanya Tony. Frans terdiam. Ia malas untuk menjawab rasa penasaran Tony. Begitu taxi sampai keduanya langsung turun. Aneka musik dan lampu warna warni menyambut keduanya. Beberapa gadis cantik langsung terlihat menggoda Frans. Sedangkan Tony sibuk melihat ke arah wahana permainan. Ia sangat takjub melihat semuanya. Frans yang mengedarkan pandangannya melihat beberapa vampir berbaur dengan berbagai manusia. Saat beritatap dengan Frans mereka langsung sedikit menunduk hormat. Sementara Frans hanya mengedipkan kedua matanya agak lambat sebagai kode. "Frans naik itu yuk!" ajak Tony. Frans melihat ke arah bianglala raksasa yang sedang berputar. Ia langsung menyeret Tony ke tempat lain. Hingga Tony hanya bergumam tidak jelas di sepanjang jalan. "Kalau mau naik itu jangan bersamaku. Kau harus mengajak cewekmu. Orang akan memandang kita aneh nanti," sahut Frans. Tony menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lalu ia mengejar Frans seraya berteriak, "Aku padamu!" "Sialan, mau mati huh," gumam Frans Keduanya kembali berjalan bersisian sampai ada keributan di depan mereka yang berteriak maling. Seorang lelaki berlari ke arah Frans. Di tangannya terdapat tas gadis yang dicurinya. Dengan santai Frans hanya menjulurkan kakinya membuat lelaki itu terjatuh. Ketika hendak bangkit dan kembali akan melarikan diri. Frans menginjak betis lelaki tersebut. "Ampun, sakit," ucapnya. Pemilik tas dan orang-orang sudah berdatangan. Mereka langsung mengamankan pencuri tersebut. "Terima kasih," ucap Si gadis yang ternyata adalah teman sekolah mereka. "Kau Frans dan Tony kan," ucapnya. "Aku Mauren masih satu sekolah dengan kalian." Untuk pertama kalinya Tony terpesona dengan seorang gadis. Ia langsung menerima juluran tangan gadis di depannya dengan hangat. Sementara Frans sudah berjalan lebih dulu dan seperti biasa mengabaikan seorang gadis yang menyapanya. "Dia memang begitu jangan diambil hati," ucap Tony sebelum pergi. Mauren hanya memandang punggung Frans dengan tatapan kagum. "Kau tidak apa-apa?" tanya Angel yang baru tiba dengan napas tersengal. "Aku baik saja. Seorang malaikat baru saja menyelamatkan aku," ucap Mauren. Angel tak mengerti, namun ia bersyukur putri tuan tempat neneknya bekerja dalam keadaan baik saja. Di tempat lain Frans memasuki toko asesoris atas rekomendasi seorang karyawan yang sejak tadi mempromosikan tokonya. Ia pun masuk karena tertarik jika asesoris yang mereka jual adalah benda antik dan bersejarah. Frans penasaran apakah benda itu asli atau palsu. Karena itu untuk memastikannya Frans harus melihatnya sendiri. Benda yang dijual ternyata memang memiliki corak lama namun masih terawat. Begitu melihat salah satu benda tersebut Frans sangat terkejut, ternyata benda itu asli. Bagaimana bisa toko sekecil itu menjual barang antik. "Ini tuan, Sepertinya anda cocok memakai anting ini," ucap karyawan toko. Ia membuka kotak tempat anting tersebut. "Anting ini terbuat dari silver murni. Konon jika berjodoh anting ini akan memilih dan masuk sendiri ke telinga tuannya," ucap sang karyawan. Frans bahkan Tony penasaran. Frans mengambilnya saat anting tersebut berada di tangannya. Tiba-tiba secara mengejutkan anting tersebut terbang dan masuk ke telinga Frans. "Astaga!" seru Frans merasakan rasa sakit yang luar biasa. "Frans, kau tidak apa?" tanya Tony terkejut. "Wah, sepertinya anting ini memilih Anda Tuan, Anda harus membayarnya karena ketika sudah masuk, anting tersebut tidak akan bisa dilepas lagi," ucap penjaga toko. Mendengar itu Tony langsung mencengkram baju si penjaga. Ia merasa si penjaga tengah menipu Frans. "Ton, lepaskan dia. Aku akan bayar," ucap Frans yang sudah terlihat baik saja. Ia segera menyerahkan kartunya kepada penjaga untuk digesek. Setelah selesai Frans mengajak Tony untuk pulang. "Wow, kekuatan pemuda itu besar sekali. Bisa menahan kekuatan anting yang sangat besar. Akhirnya, anting yang kutemukan di kuburan Alexandru Cezar mendapat jodohnya," ucap si penjaga toko.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN