bc

Terjebak di Pelukan CEO

book_age16+
13
IKUTI
1K
BACA
HE
fated
heir/heiress
drama
sweet
city
office/work place
like
intro-logo
Uraian

Terjebak di Pelukan CEOAlya hanya ingin menjalani hidup sederhana sebagai asisten pribadi di sebuah perusahaan ternama. Tapi segalanya berubah ketika dia bekerja di bawah kendali Arsenio Mahendra, CEO muda yang terkenal dingin, arogan, dan berbahaya. Tatapan mata pria itu selalu menusuk, kata-katanya tajam, tapi ada sesuatu di balik sikap kasarnya yang membuat jantung Alya berdegup tak karuan."Jangan terlalu dekat denganku, Alya," suara Arsenio serak, matanya membara, "Aku tidak menjamin kau bisa keluar tanpa luka."Alya tersenyum tipis, menyembunyikan detak jantungnya yang semakin liar. "Siapa bilang aku ingin keluar?"Setiap hari di kantor menjadi permainan tarik-ulur yang penuh godaan. Alya mencoba menjaga jarak, tapi pesona Arsenio menariknya semakin dalam. Di balik jas mahal dan sikap dinginnya, ada rahasia kelam yang perlahan terungkap—dan Alya terjebak di antara ambisi, hasrat, dan cinta yang tak bisa ia tolak.Saat batas profesional dan pribadi semakin kabur, mereka harus memutuskan: bertahan dengan aturan atau menyerah pada godaan yang membara di antara mereka.Terjebak di Pelukan CEO bukan sekadar kisah cinta di tempat kerja. Ini adalah perjalanan penuh gairah, rahasia, dan keputusan yang bisa menghancurkan atau menyatukan mereka selamanya. Siapkah Alya menghadapi badai yang datang, atau justru tenggelam dalam pelukan pria yang tak pernah ia duga akan mencuri hatinya?

chap-preview
Pratinjau gratis
BAB 1 Penuh gairah
**Terjebak di Pelukan CEO** Alya baru saja diterima sebagai asisten pribadi di Mahendra Corp, perusahaan teknologi terbesar di Jakarta. Hidupnya yang sederhana berubah total saat dia bertemu Arsenio Mahendra—CEO muda yang terkenal dengan ketegasan dan pesona mematikannya. Pria itu tak hanya menguasai ruang rapat, tapi juga setiap ruangan yang ia masuki. Arsenio punya aura yang membuat siapa pun sulit bernapas di dekatnya, dan Alya, tanpa ia sadari, mulai terjebak dalam permainan berbahaya. --- Pagi itu, Alya datang lebih awal ke kantor, mencoba menunjukkan profesionalismenya. Namun saat pintu lift terbuka, dia melihat sosok Arsenio berdiri di sana, dengan jas hitam yang terpasang sempurna di tubuh tinggi tegapnya. Tatapan mata pria itu menusuk tajam ke arah Alya. *"Kau datang pagi sekali,"* suaranya rendah, nyaris seperti bisikan. Alya tersenyum sopan, mencoba mengabaikan getaran di perutnya. *"Saya pikir, lebih baik memulai hari lebih awal, Pak."* Arsenio mendekat, jarak mereka hanya tinggal beberapa sentimeter. *"Hati-hati, Alya. Datang terlalu pagi bisa membuatmu terlalu dekat dengan masalah."* Jantung Alya berdetak liar, tapi dia menegakkan punggungnya. *"Saya tahu cara menghindari masalah, Pak."* Arsenio menyipitkan mata, sudut bibirnya terangkat samar. *"Kita lihat saja nanti."* --- Hari-hari berlalu dengan tarikan dan dorongan yang membuat Alya semakin sulit memisahkan antara pekerjaan dan perasaannya. Setiap perintah Arsenio, setiap tatapan singkat, membuat suasana kantor terasa lebih panas dari yang seharusnya. Suatu malam, Alya terjebak lembur sendirian di kantor. Saat dia sibuk dengan dokumen, suara langkah kaki terdengar mendekat. Arsenio berdiri di ambang pintu, dasinya sudah longgar, dan kemejanya sedikit terbuka, memperlihatkan kulitnya yang hangat. *"Kau selalu bekerja keras, Alya,"* suaranya serak. Alya menatapnya, mencoba tetap tenang. *"Bukankah itu yang Anda harapkan dari asisten pribadi Anda?"* Arsenio mendekat, menempatkan kedua tangannya di meja, membuat Alya terkunci di antara dirinya dan meja kerja. *"Apa kau yakin ini hanya soal pekerjaan?"* Alya merasakan napas hangat pria itu di wajahnya, membuat seluruh tubuhnya merespons. Tapi dia tak ingin terlihat lemah. *"Saya di sini untuk bekerja, Pak Arsenio."* Arsenio menatapnya dalam, mata mereka bertemu dengan intensitas yang hampir tak tertahankan. *"Kau tahu, Alya, ada garis tipis antara bekerja keras... dan bermain dengan api."* --- Malam itu menjadi awal dari segalanya. Hubungan mereka menjadi semakin rumit, penuh dengan godaan yang sulit ditolak. Tapi di balik gairah yang membara, Arsenio menyimpan rahasia masa lalu yang bisa menghancurkan segalanya. Alya harus memutuskan apakah dia siap menerima risiko jatuh cinta pada pria seperti Arsenio, atau mundur sebelum semuanya terlalu terlambat. Tapi bagaimana jika sudah terlalu dalam untuk mundur? Dan bagaimana jika pelukan yang ia coba hindari justru menjadi tempat teraman baginya? --- Keesokan harinya, suasana di kantor terasa lebih panas dari biasanya. Alya mencoba fokus pada pekerjaannya, tapi bayang-bayang kejadian semalam terus menghantui pikirannya. Setiap kali ia mengangkat kepala, Arsenio sudah ada di sana—menatapnya dengan tatapan yang membuat darahnya berdesir. Saat jam makan siang tiba, Arsenio memanggilnya ke ruangannya. Pintu tertutup pelan di belakang Alya saat ia melangkah masuk, dan ruangan itu tiba-tiba terasa terlalu sempit. *"Duduk,"* perintah Arsenio, suaranya dalam dan berwibawa. Alya menurut, berusaha menjaga jarak aman, tapi pria itu malah berdiri dan berjalan mendekat, berhenti tepat di belakang kursinya. Napasnya terasa di leher Alya, membuatnya merinding. *"Apa kau selalu seteguh ini, Alya?"* bisiknya lembut, namun penuh tantangan. Alya menelan ludah, mencoba melawan ketegangan yang menguasai tubuhnya. *"Saya hanya melakukan pekerjaan saya, Pak."* Tiba-tiba, Arsenio memutar kursi Alya sehingga mereka berhadapan. Jarak di antara mereka hanya beberapa inci, cukup dekat untuk merasakan panas tubuh masing-masing. *"Masalahnya, aku mulai tidak yakin ini hanya tentang pekerjaan,"* Arsenio berbisik, tangannya menyentuh lembut dagu Alya, memaksanya menatap mata pria itu. Alya merasakan dadanya berdetak keras, tapi ia menolak untuk mundur. *"Kalau begitu... kita harus memastikan tetap profesional, Pak,"* jawabnya dengan suara bergetar. Arsenio tertawa pelan, sebuah suara yang terdengar seperti godaan murni. *"Aku suka caramu menantangku, Alya. Tapi jangan lupa, bermain di wilayahku... kau bisa tersesat."* --- Beberapa minggu berlalu, dan ketegangan di antara mereka semakin tak tertahankan. Setiap sentuhan tak sengaja di lorong, setiap tatapan di ruang rapat, semuanya membuat Alya semakin sulit membedakan antara profesionalisme dan hasrat. Hingga suatu malam, saat hujan turun deras dan kantor mulai sepi, Arsenio kembali menemukannya masih bekerja di meja. *"Kau harus pulang, Alya,"* ucapnya dengan nada yang lebih lembut dari biasanya. Alya mengangkat kepala, menatap pria itu dengan mata yang lelah namun penuh keteguhan. *"Masih banyak yang harus saya selesaikan."* Arsenio melangkah mendekat, duduk di tepi mejanya, membuat jarak di antara mereka hampir tidak ada. *"Atau kau hanya mencari alasan untuk tetap di sini bersamaku?"* tanyanya dengan senyum menggoda. Alya merasa jantungnya berdebar keras, tapi ia menatap balik dengan tatapan penuh tantangan. *"Kalau saya tetap di sini... apa yang akan Anda lakukan, Pak Arsenio?"* Arsenio membungkuk perlahan, hingga wajah mereka hanya terpisah beberapa sentimeter. Napasnya hangat di wajah Alya, matanya menelusuri setiap inci wajah wanita itu. *"Kau akan mengetahuinya... jika kau cukup berani untuk tetap di sini,"* bisiknya, sebelum akhirnya menarik diri, meninggalkan Alya dengan debaran yang tak bisa ia kendalikan. --- Hubungan mereka terus berkembang dalam ketegangan dan gairah yang membara. Tapi saat Alya mulai membuka hatinya, rahasia kelam dari masa lalu Arsenio perlahan terungkap. Sebuah rahasia yang bisa menghancurkan mereka berdua. Kini Alya harus memutuskan, apakah ia siap menghadapi kebenaran tentang Arsenio, ataukah ia akan menyerah pada rasa takutnya? Di saat cinta dan ambisi bertabrakan, bisakah mereka menemukan jalan keluar, atau justru terjebak dalam pelukan yang tak pernah mereka rencanakan?

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
201.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.9K
bc

Kali kedua

read
221.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook