8.2

2044 Kata

Bak anak ayam yang tengah kehilangan induknya, Rere serta Riani merasa begitu cemas ketika mendapati Doni masih belum juga kembali hingga sore hari. Gejolak cemas naik pitam, bahkan sampai membuat Rere tak nafsu makan. Riani sudah berkali-kali mencoba hubungi Doni, tapi tetap saja, satu suara yang anggun nan ayu itu selalu menjawab panggilan Riani, bahkan sebelum sempat Riani bertanya. Selalu saja di luar jangkauan. Ada apa ini? Ke mana mereka? Ini sudah sore. Hampir malam. “Re, Doni ke mana sih?” tanya Riani, masih mencoba menghubungi nomor milik Doni itu berulang-ulang, bergantian dengan nomor milik Soni serta Rega. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang mengangkatnya. Riani tahu jika jaringan di hutan sangat jelek, jadi untuk menghubungi mereka adalah hal yang mustahil.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN