10.2

2038 Kata

 Mereka sampai di penginapan dengan napas naik-turun. Seperti baru turun dari roller coster. Kengerian itu masih menggelayuti mereka, bahkan sampai keempatnya tiba dengan selamat di penginapan untuk mengemas barang-barang dan pulang saat itu juga. “Untung lu jawab telepon Rega, Ni,” kata Doni sembari mengepak semua barang-barangnya, mereka berniat kembali malam ini. Doni sedikit demi sedikit mulai menceritakan bagaimana mereka bisa sampai di gudang tua itu. Riani yang tak mengerti dengan perkataan Doni hanya mengernyit bingung. Apa maksudnya? “Telepon?” tanya Riani heran. Ia terdiam sejenak, kemudian menatap Doni lamat-lamat. Dua lelaki yang tengah mengemas barang itu berhenti, membalas tatapan Riani yang masih tampak kebingungan. “Iya, Rega kan nelepon elu.” “Gue khawatir terj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN