Eps 11.1

2052 Kata

Deru napas sesenggal bergemuruh di tengah hutan. Derap langkah kaki bergantian menginjak tanah, menggilas rumput liar yang anteng berdiri. Tekad yang kuat menggiring mereka mencapai titik aman, menjauhi maut yang menguntit dari belakang. Doni menuntun teman-temannya masuk jauh ke dalam hutan lagi. Napas terdengar terpotong-potong, seperti tersisa satu-dua kali embusan lagi di paru-parunya. Doni sudah tak peduli soal arah tujuan. “Terus lari,” teriaknya. Teman-temannya mengikuti di belakang. Doni hanya tahu mereka menyusuri pohon-pohon pinus yang tinggi dan gelap. Entah ke mana mereka akan berlari. Dia benar-benar tidak tahu. Sudah cukup jauh semenjak mereka meninggalkan tempat kejadian, kini Doni yakin jika makhluk mengerikan itu tidak lagi mengikutinya. Entah sudah berapa pulu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN