16. 2 (2)

2111 Kata

Flashback Setelah lelah berlari, Rere bersandar di sebuah batu besar yang dia temui di tengah hutan. Rere tak kuat, sungguh! Ia menilik keadaan sekitarnya dari balik batu besar itu, matanya apik memindai tiap sudut hutan dari balik batu. Napasnya perlahan mereda. Untuk seperkian detik ia merasa lega, aman. Matanya tak melihat di mana pun makhluk menyeramkan itu. Rere menghela napas lega. Ketika benar-benar sudah merasa aman, Rere berhenti menilik sekitar, berbalik dan ... “Aaaaa ....” Matanya membulat tiba-tiba, mulutnya menganga tak tanggung-tanggung. Di hadapannya sudah berdiri tegak sesosok pria gempal dengan golok yang menjulang tinggi ke atas. Ia siap menghunuskan, menyayat lalu membedah isi perut Rere kapan saja. Raut pria itu berubah, bibirnya yang tertutup topeng itu te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN