"Rio.." "Hm?" "Kita putus yuk?" Rio menghela nafasnya. "Tidur Lif.. tidur.." "Gue ngerasa gue kotor, Yo. Gue ngerasa gak bisa jaga diri gue sendiri. Gue ngerasa gue lemah banget ngadepin dia aja gak bisa. Gue ngerasa gue udah khianatin lo. Gue-" "Lif! Tau tidur gak? Pejamin mata lo terus jangan pikirin apapun. Bisa??" Rio berkata dengan nada yang ketus. Ia kesal karena Alify lagi-lagi meracau tak jelas. Jika Alify meminta maaf kembali mungkin Rio masih bisa memaklumi, tapi kalau malah minta putus seperti ini Rio tentunya tidak tinggal diam. Alify menggeleng. "Gak bisa tidur." "Ya kalau gak bisa tidur itu bilang! Bukan malah minta putus!" Rio beranjak, membangunkan dirinya dan turun dari kasur Alify. Alify hanya bisa menatap Rio sendu. "Rio marah?" Rio tak menjawab. Melainkan menga

