41 - Sidang Perdana

1134 Kata

*** "Gak usah, Bu. Aku ini di rumah sakit. Mau pamit sama Alify dulu. Baru ke Bandara." Malvin berbicara dengan ibunya di telepon saat ia baru saja turun dari mobilnya. "Oh, ya sudah kalau begitu. Tapi ibu tetap antar kamu ke bandara ya?" "Iya, terserah Ibu kalau itu." "Vin. Nanti kalau Alify gak mau jangan dulu dipaksa ya." Malvin terkekeh. "Mana tega aku, Bu. Ibu tau kan gimana sayangnya aku ke Alify?" "Tau. Tau banget. Bahkan Ibu aja kalah kayaknya." "Nah. Itu tau." Jawab Malvin dengan nada bercanda. "Aku tutup ya, aku udah naik lift nih." Malvin menjauhkan ponselnya dari telinga ketika Sarah mengiyakan permintaannya. Lagipula percuma jika mereka terus melakukan panggilan, toh beberapa menit lagi mereka akan bertemu. Malvin berjalan menuju kamar Rawat Alify yang berada di pojo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN