Warning! Terdapat kata-k********r dan kekerasan dalam part ini. *** "Cepet juga lo datang." Ujar seseorang yang muncul dari arah belakangnya. Alify menoleh, lalu menatap sinis orang itu. "To the point deh, gue sibuk." "Oke. Gue mau sekolah lo nyerah sekarang juga. Dan gue mau kelompok lo bertekuk lutut, nyium kaki gue." "Lo bukan Tuhan gue, t***l! Mikir, dong!" "Gue gak mau tau! Lo lupa sama apa yang udah kalian perbuat ke sekolah gue? Sampai-sampai kita di cap buruk sama semua orang?!" Mata Alify tiba-tiba menajam, ia melangkahkan kakinya agar lebih dekat dengan orang yang sedang diajaknya bicara. "Denger ya anak Bima yang ter-hor-mat! Bukan kelompok gue yang laporin sekolah lo ke polisi! Bukan sekolah gue doang yang laporin itu, sekolah lain juga banyak! Jadi tolong ya, itu otak

