30 - Marahan

1196 Kata

Rio baru sampai di parkiran bersamaan dengan sebuah mobil yang parkir tepat disampingnya. Ia tak terlalu memperdulikan hal itu karena tengah sibuk membuka helm dan melipat jaketnya. Namun pergerakannya terpaksa terhenti ketika sosok perempuan dengan luka di dagu yang keluar dari mobil itu. Alify, datang ke sekolah dengan diantar oleh Riel dengan perban yang menutupi luka di dagunya. Sejak keluar mobil, ia tak melirik Rio sama sekali yang tengah tepat berada disampingnya. Pertengkaran mereka kemarin Rio rasa hanya pertengkaran kecil dan tidak sepatutnya menjadi seperti ini. "Rio?" Riel memanggil Rio lebih dulu. Menyapa lebih tepatnya. Rio langsung menoleh dan melemparkan senyumnya. "Pagi, bang." Riel mengangguk. "Itu Alifynya udah duluan. Gak diikutin?" Rio tak menjawab, melainkan men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN