Alify hampir menendang tulang kering Rio jika saja pria itu tidak cepat-cepat mengunci kakinya juga. "Nakal banget ya anaknya bapak Gunawan? Mau gue bikin gak bisa jalan beneran??" "Anjing, Rio! Lepasin tangan sama kaki lo!!" Pekik Alify saking kesalnya. Rio benar-benar mengunci dirinya dengan tubuhnya sendiri. Cup "Karena lo udah berani ngomong kasar ke gue." ucapnya sebelum melepaskan kunciannya di tubuh Alify. "Sekali lagi lo ngomong kasar, gue bakal bikin lo kehabisan nafas. Paham?" "Engga!" Lawan Alify tak ada takut-takutnya. Rio menghembuskan nafasnya dengan kasar, mulai lelah menghadapi tingkah pacarnya yang pemberontak ini. "Oke, ini salah lo sendiri ya." Dengan gerakan cepat, Rio mendorong tubuh Alify menjadi berbaring di kasur. Lalu disusul dengan dirinya yang juga berbar

