Alify baru terbangun dari tidurnya ketika jam telah menunjukkan pukul sepuluh malam. Ia menggeliat untuk meregangkan otot-ototnya yang kaku sebelum memutuskan untuk pergi ke kamar mandi. "Eh?" Ingatannya baru sadar saat ia melihat dirinya didepan cermin. Ini adalah kamarnya dan juga pakaiannya sudah diganti menjadi baju tidur. Dengan cepat ia mengambil ponselnya yang ada didalam tas, lalu menghubungi seseorang yang bisa memberinya penjelasan. "Udah bangun tuan putri?" Itu adalah sapaan Rio saat pria itu menerima panggilannya. "Lo kok gak bangunin gue?!" Balas Alify dengan nada yang sedikit tinggi. "Yang ada tuh lo susah dibangunin, Alify Gunawan.." "Ih, terus siapa yang angkat gue ke kamar?" "Ya gue lah. Tanggung jawab lo, badan lo berat bener. Kebanyakan dosa." "Enak aja!" Kome

