Perjalanan kembali dilanjutkan. Kawasan hutan itu disibak oleh langkah kaki mereka. Suara jangkrik mengeras. Larissa mengerling ke kiri dan ke kanan dengan awas, berjaga-jaga jika sewaktu-waktu ada binatang buas atau sejenisnya. Darke membawa mereka ke depan pintu gua dengan lumut di permukaan bagian depan. Sean melipat dahinya.”Gua lagi?” Dalam beberapa hari belakangan ini Sean sudah terlalu sering masuk ke dalam gua atau ruangan bawah tanah. Siklusnya berputar dengan rapat hingga Sean tidak akan mengelak bahwa hal semacam ini membosankan. “Masuk saja dulu. Ah, aku bisa sendiri.” Darke melepas rangkulannya dari pundak Sean. Ia lalu berjalan ke depan dengan agak tertatih. Bear, Sean, dan Larissa saling tatap. Sejurus kemudian Larissa mengangguk. Perasaannya tidak mengkhawatirkan apa

