Di asrama seperti biasa. Pagi adalah momen ketika semua penghuni asrama bangun pagi dan berebut kamar mandi. Pagi juga momen ketika pentolan-pentolan sekolah keluar menampakkan dirinya untuk sekadar mengambil sarapan di lantai bawah. Pagi adalah saat di mana Bear harus mengumpulkan pakaian kotor dan memasukkannya ke dalam keranjang bernomor 201. Sean duduk di ujung ranjang sambil mengumpulkan nyawa yang sudah beterbangan ke mana-mana. Belakangan ini Sean susah sekali bermimpi. Tidak pernah muncul lagi bayangan sosok Darke dan Grey. Kisah mereka seperti usai di malam perpisahan itu. “Bear.” Suara Sean terdengar serak. “Aku ikut.” Bear yang baru saja ingin membuka pintu segera membatalkan niatannya. Pandangannya berubah untuk menatap sosok di tepi kasur dengan tubuh tinggi ramping dan ta

