Meninggalkan Kandela

1247 Kata

“Larissa baik-baik saja, kan?” Suara Bear pelan-pelan mulai menelisik ke telinga Larissa. Gadis itu mengangkat kelopak matanya yang berat perlahan-lahan. “Larissa! Larissa kamu sudah sadar?” Dari tiga lelaki di sini Bear lah yang benar-benar terlihat cemas. Alasannya sederhana, sejak awal Bear sudah mempertaruhkan dirinya untuk dua sahabat yang ia punya. Ia berjanji akan menjadi tameng untuk Sean dan Larissa. Jika hal buruk terjadi pada kedua sahabatnya, tentu itu tidak bisa dimaafkan. Sebenarnya Sean juga merasa sangat cemas, ia terus membelai rambut Larissa karena tak tahu harus berbuat apa lagi. Sean tidak memiliki beban moril seperti Bear, tetapi baginya Larissa adalah seorang gadis yang harus ia jaga. Wajah Larissa yang semula pucat mulai teraliri oleh darah. Matanya mengerjap lem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN