Hujan turun semakin lebat. Ribuan murid LBS memilih tinggal di sekolah hingga hujan mereda. Ada yang duduk di kursi area koridor, ada yang tinggal diam di kelas, ada juga yang pergi ke kantin. Bear dan Sean mengenakan jas hujan mereka, memutuskan menembus hujan. Mereka tidak suka menunggu karena bagaimanapun waktu adalah aset berharga bagi mereka sekarang. Tetes pertama yang diterima Sean lepas begitu saja, begitu juga dengan tetes selanjutnya. Namun, semakin jauh kakinya melangkah hujan itu mulai menetes pada wajahnya. Bear lain lagi, dia fokus memayungi matanya dengan telapak tangan, berharap air hujan tidak membuat kacamatanya kabur. Hal seperti inilah yang paling menyebalkan bagi pengguna kacamata. Kalau dipakai kabur kalau tidak dipakai lebih kabur lagi. Bear berharap punya mata nor

