Miss team better? "Kenapa kau marah?" "Ya aku marah. Agar kau juga marah. Semakin kau meratapi kematian kakakmu, semakin cepat kau melupakannya. Panah itu tidak hanya membunuhnya. Tapi juga menghapus keberadaannya!" "APA??" pekik Nara dan Regulus bersamaan. "Ya. Terlebih api dari Boss. Hanya orang yang melihat kematiannya saja yang bisa mengingatnya. Yang mana itu adalah kita. Hanya kita yang akan mengingat Sirius. Dan jika kau terus menerus bersedih atas Sirius, tidak butuh waktu lama, ingatanmu akan hilang. Karena air mata dan duka yang berlarut-larut adalah kelemahan!" Kaki Regulus seketika lemas. Dia tidak mau melupakan kakaknya. Dia tidak mau melupakan Sirius. "Regulus get up. Get up!" suruh Nara. Menarik bahu Regulus agar lelaki tampan itu berdiri. "Kita tidak bisa menyel

