Keesokan harinya, seperti biasa Eca selalu bangun lebih awal dan mandi pagi untuk bersiap siap sholat subuh.
Saat suara adzan berkumandang, Eca langsung mengambil air wudhu dan segera melaksanakan sholatnya.
Selesai Sholat, Eca ke dapur menghampiri ibu nya yang sedang mempersiapkan jualan yang dititipkan di warung tetangga nya.
"Ibu, Eca bantuin ya" ucap Eca dengan memeluk ibunya dari arah belakang.
"Iya sayang boleh" ucap ibunya Eca dengan tersenyum.
Akhirnya Eca pun membantu ibunya menyiapkan dagangannya.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 06 pagi.
Eca dan ibu nya pun selesai dan segera menyimpan dagangannya di warung warung tetangganya.
"Ayah sarapan dulu ya, ibu sama Eca mau nyimpen jualan dulu di warung tetangga" ucap ibunya pada ayahnya Eca.
"Nanti aja Bu makannya bareng bareng" ucap ayahnya Eca dan lanjut membaca koran.
Eca dan Ibunya pun langsung pergi ke warung, seperti biasa dagangan titipan mereka selalu habis terjual.
"Ibu, titip makanan lagi ya" ucap Iki yang sedang berjalan melewati Eca.
"Eh iya Iki, Iki mau kemana?" Tanya ibunya Eca.
"Iki hanya mau membeli nasi kuning bu ke depan jalan raya sana" ucap Iki dengan menunjuk ke arah jalan besar.
"Oh ya sudah ibu sama Eca pulang dulu ya" ucap ibunyan dengan tersenyum dan langsung pergi.
Iki pun langsung melihat kepergian Eca sampai tidak terlihat oleh mata nya.
Sesampainya dirumah, Eca dan kedua orang tuanya pun langsung sarapan bersama sama.
"Eca, besok Eca sekolah kan?" Ucap ayahnya Eca.
"Iya yah, kenapa?" Ucap Eca dan bertanya pada ayahnya.
"Besok Ayah gak anter Eca gak papa? Ayah soalnya mau ke rumah pak Rt dulu" ucap ayahnya pada Eca.
"Iya ayah Eca gak papa, Eca bisa naik ojeg" ucap Ecs dengan tersenyum. Ayah Eca pun mengangguk dan sarapannya sudah selesai.
Ya sudah Eca, Ibu, ayah mau ke belakang dulu ya mau beri makan ayam ayam juga" ucap ayahnya dan berjalan ke halaman belakang.
Eca dan ibunya pun sudah selesai sarapannya, dan ibunya pun lanjut mencuci baju.
"Eca bantu ya bu?" Ucap Eca dengan menghampiri ibunya.
"Enggak usaha sayang, cuma sedikit kok. Kamu istirahat aja ya" ucap ibunya Eca dengan tersenyum.
"Ya udah Eca ke kamar dulu ya bu" ucap Eca dengan tersenyum dan berjalan ke kamarnya untuk mengambil handuk.
"Eca pun masuk ke kamarnya dan membuka jendela kamarnya supaya udara bisa masuk ke kamarnya.
Eca mengambil handuknya dan segera mandi.
Selesai mandi, Eca masuk ke kamar dengan memakai handuk saja, dan Eca kaget melihat ada seorang pria yang sedang jongkok disamping kasur di kamarnya.
"Aaaaaaa, siapa kamu? Ngapain kamu disini?" Teriak Eca dan terdengar oleh kedua orang tuanya dan tetangga yang sedang lewat didepan rumahnya.
Pria tersebut pun melotot melihat paha Eca yang putih mulus, badan Eca yang hanya tertutup oleh handuk pun masih bisa terlihat gumpalan bulat didada Eca, dan sangat terlihat jelas bentuknya.
"Ada apa Eca?" Ucap ibunya Eca dan langsung membuka pintu kamar Eca.
Eca dan pria tersebut pun kaget saat ibunya masuk ke kamarnya.
"Itu bu, dia tiba tiba ada di kamar Eca" ucap Eca pada ibunya.
"Ada apa ini, Eca siapa dia? Dan kenapa kamu hanya memakai handuk?" Ucap ayahnya dengan melotot kaget.
"Eca gak tau yah, Eca selesai mandi tiba tiba dia ada dikamar Eca" ucap Eca dengan menatap Ayah dan ibunya.
"Jangan bohong kamu Eca" ucap ayahnya dengan nada tinggi.
"Eca gak bohong yah" ucap Eca dan langsung menangis.
"Kamu siapa dan kenapa bisa ada dikamar anak saya?" Tanya ibunya Eca pada pria tersebut.
"Saya Dika Permana bu, saya tadi numpang ngumpet disini" ucap Dika dengan menatap ibunya Eca.
"Kita tidak tahu bu kelakuan mereka, lihat aja Eca hanya memakai handuk" ucap Ayahnya dengan nada tinggi.
"Eca gak mungkin ngelakuin hal yang ayah tuduhkan" ucap Eca dengan terus menangis.
"Sudah yah, kamu tinggal dimana? Sepertinya ibu baru melihat kamu" ucap ibunya Eca dengan menatap Dika.
"Saya tinggal dirumahnya om Yanto bu, Rt disini" ucap Dika pada ibunya Eca.
"Ya sudah bu kalo gitu ayah mau ke rumah pak Rt dulu. Kamu ikut sama saya" ucap ayahnya Eca dengan masih tegas.
"Baik om" ucap Dika sembari mengangguk.
Ayahnya Eca dan Dika pun segera keluar dari kamar Eca.
"Nak, kamu pakai bajumu ya" ucap ibunya pada Eca.
"Iya bu, tapi Eca beneran gak ngelakuin hal yang enggak enggak" ucap Eca dengan meneteskan air mata.
"Iya sayang, kita ikutin dulu aja apa yang ayah katakan ya" ucap ibunya dengan mengusap pipi Eca. Ibunya Eca pun langsung keluar dari kamar Eca.
Eca pun segera memakaj baju dan Eca hanya bisa menangis di dalam kamarnya.
***
Sementara itu, Ayahnya Eca sudah sampai dirumah pak yanto sebagai pak Rt dan sekaligus om nya Dika Permana.
"Permisi pak" ucap ayahnya Eca dengan mengetuk pintu.
"Iya, eh pak Yahya. Ada apa pak kok bisa sama keponakan saya?" Tanya pak Yanto pada ayahnya Eca.
"Eh masuk dulu pak ayo masuk" ucap pak Yanto pada ayahnya Eca. Ayahnya Eca dan Dika pun langsung masuk, dan diambilkan minum oleh istrinya pak Yanto yaitu bu Tika.
Dan ayahnya Eca pun segera menjelaskan dan meminta pertanggung jawabannya, karena takut putri nya di apa apakan oleh keponakannya pak Rt.
"Dika, om tanya sama kamu, tadi kamu kenapa ada dikamar Eca?" Tanya pak Yanto pada Dika.
"Jadi begini om ceritanya" ucap Dika dan langsung menceritakan.
Flashback On
Saat Dika bersepeda keliling kampung, Dika tidak sengaja menabrak pedagang yang sedang berjualan di depan sekolah SD, semua dagangannya berjatuhan.
"Gubrakkk" suara Dika menabrak roda penjual Cimol.
"Aduk kamu gimana, ini roda sama dagangan saya berjatuhan. Kamu ganti rugi cepat" ucap bapak bapak penjual cimol tersebut.
"Maaf pak" ucap Dika dan langsung mau menjalankan sepedanya, tapi ternyata rante nya putus dan Dika langsung berlari meninggalkan sepeda itu.
Bapak penjual cimol terus mengejar Dika, dan Dika pun dengan terpaksa mengumpat dikamar Eca yang kebetulan jendela nya terbuka.
Flashback Off
"Alah kamu jangan alasan, saya tidak percaya. Pak, saya ingin tanggung jawabnya, saya ingin putri saya dipinang oleh ponakan bapak ini. Saya tidak mau jika harus menanggung rasa malu sendirian" ucap ayahnya Eca dengan tegas.
"Ya sudah pak saya hubungi orang tuanya Dika dulu ya" ucap Pak Yanto dan segera mengambil ponselnya untuk menghubungi orang tua Dika.
Akhirnya orang tua Dika pun langsung pergi ke rumah pak Yanto, ayahnya Eca pun menunggu dirumahnya pak Rt.
2 jam kemudian, kedua orang tua Dika pun sampai dirumah pak Yanto.
"Ada apa ini?" Tanya mamanya Dika pada pak Yanto dan ayahnya Eca.
"Sebelumnya kenalin dulu mba, ini ayahnya Eca yang punya rumah yang katanya kamar anaknya dijadikan persembunyian oleh Dika, dan bapak ini meminta pertanggung jawaban karena kita kan gak tau kalo mereka berbuat hal yang tidak tidak" ucap pak Yanto.
Papanya Dika pun terus menatap wajah ayahnya Eca.
"Sepertinya saya mengenal anda, anda seperti teman saya sewaktu kuliah dulu" ucap papanya Dika.
"Tidak usah mengalihkan pembicaraan, saya tetap ingin meminta pertanggung jawab-" ucap ayahnya Eca dan langsung dipotong oleh papanya Dika.
"Yahya" ucap papanya Dika dengan menatap ayahnya Eca.
"Kok anda tahu nama saya?" Ucap ayahnya Eca dengan penasaran.
"Ini saya teman mu yang sewaktu dulu dibantu pas merintis usaha, saya Dian" ucap papanya Dika dengan tersenyum.
"Ah iyakah, saya pangling melihat kamu. Sekarang kamu sudah sukses ya" ucap ayahnya Eca dan langsung memeluk papanya Dika. Dika dan yang lainnya pun kaget dan heran kenapa mereka begitu akrab.
Akhirnya papanya Dika pun menjelaskan bahwa ayahnya Eca adalah temannya sewaktu kuliah, dan dia juga yang sudah memberi modal untuk membangun usaha nya yang sekarang sudah sukses.
"Oh jadi ini yang sering suami saya ceritain, suami saya sering cerita tentang bapak dan mencari tahu dimana keberadaan bapak" ucap mamanya Dika dengan tersenyum.
"Udah lama kita gak bertemu ya, dan sekarang kamu sudah sukses" ucap ayahnya Eca dengan tersenyum.
"Ya beginilah seperti yang kamu lihat, saya seperti ini juga berkat kamu dulu memberikan modal untuk saya" ucap papa Dika.
"Tidaklah, saya hanya membantu sedikit" ucap ayahnya Eca.
"Jadi maksudmu kesini itu untuk meminta Dika bertanggung jawab dan menikahi putri mu itu ya?" Tanya papanya Dika pada Ayahnya Eca.
"Iya begitu, tau sendiri lah gimana rasanya punya anak perempuan. Dan ini anak satu satunya, makanya saya tidak mau jika anak saya sampai mual mual, kan kita tidak tahu yang mereka lakukan dikamar" ucap ayahnya Eca.
"Ya sudah saya setuju, gimana ma apa mama setuju?" Tanya papaya Dika pada mamanya Dika.
"Ya mama sih setuju aja, mama percaya sama pilihan papa. Tapi perihal sekolah Dika gimana?" Tanya mamanya Dika.
"Kita adain pernikahan secara diam diam aja, kita gak perlu undang orang orang. Kita hanya butuh wali dan saksi aja, jadi Eca dan Dika masih bisa sekolah" ucap papanya Dika.
"Dika enggak mau pa" ucap Dika dan beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
"Sudahlah gak usah di hiraukan, jadi mau kapan pernikahannya dimulai?" Tanya papanya Dika pada Ayah Eca.
"Nanti kita bicarakan lagi ya, saya pulang dulu. Dan ini nomor saya, saya ingin memberi tahu keluarga saya dulu" ucap Ayahnya Eca dan pamit pulang.