bc

Pernikahan Rahasia Gadis Desa Dan Anak Miliarder

book_age18+
8
IKUTI
1K
BACA
BE
lighthearted
city
like
intro-logo
Uraian

Nesya Utami dan Dika Permana melaksanakan pernikahan rahasia saat menduduki kelas XII. "Mas ini batas kasur ku, kamu jangan lewatin batas sini" ucap Nesya. "Gak akan, lo tidur dibawah aja deh. Gue gak bisa berbagi tempat tidur sama orang lain" ucap Dika dengan kesal. Tapi siapa sangka, mereka yang awalnya penuh cekcok justru mereka bisa menjadi sepasang suami istri yang kompak. Namun rumah tangga mereka hampir retak karena hadirnya orang dimasa lalu mereka.

chap-preview
Pratinjau gratis
Pertemuan Pertama
Nesya Utami yang lebih akrab dipanggil Eca, anak tunggal dari pasangan Inez dan Yahya. "Gorengan, pak bu gorengan nya" ucap Eca dengan membawa gorengan jualan ibunya. "Enggak neng, libur dulu ya" jawab seorang ibu ibu yang sedang duduk di teras rumah nya. "Iya buk" ucap Eca dengan tersenyum dan lanjut berjalan menyusuri jalanan kecil di kampungnya. "Aduh, gorengan ibu" ucap Eca dengan menangis dan mengambil gorengan yang berserak di jalanan. "Maaf maaf, gue gak sengaja" ucap pria tersebut dan langsung berlari meninggalkan Eca. Eca hanya menangisi bagaimana jika ibunya tahu, pasti akan ikut sedih. "Teledor sekali kamu Eca" gumam Eca dengan terus menangis. "Eca, ada apa ini?" Tanya seorang pria pada Eca. Pria tersebut adalah Iki, sahabatnya Eca. "Tadi aku gak sengaja bertabrakan sama laki laki" ucap Eca dengan masih menangis. "Udah jangan sedih ya, atau ada yang sakit? Yang mana sini bilang biar aku obatin" ucap Iki. "Enggak asa, aku cuma sedih aja bagaimana kalo ibu Tau jualannya berjatuhan dijalan seperti ini" ucap Eca yang semakin menangis. "Gini aja Ca, aku beli semua dagangan kamu ya. Kamu mau?" Tanya Iki pada Eca. Eca pun langsung kaget. "E-enggak usah Iki, ini salah aku. Biar aku yang tanggung jawab sendiri" ucap Eca dan segera bergegas untuk pulang. "Ya udah kamu anggap aja ini pinjaman dari aku, kamu bebas kapanpun kamu balikin nya. Gak dibalikin juga gak masalah" ucap Iki dengan tersenyum. "Ya udah aku terima ya, tapi ini pinjeman. Kalo udah ada uang aku ganti ya" ucap Eca dengan tersenyum pada Iki. "Iya santai aja Ca" ucap Zaky dengan mengelus pundak Eca. "Makasih ya selalu mau aku repotin" ucap Eca dengan tersenyum dan membalas mengelus pundak Iki. "Iya Ca, mau aku bantu bawain barangnya?" Tanya Iki pada Eca. "Eh enggai usah, biar aku aja ya. Aku mau jelasin sama mama ini kenapa bisa jatuh, aku duluan ya" ucap Eca dan langsung pamit pergi. Iki pun memperhatikan kepergian Eca, Iki terus tersenyum mengingat Eca mengelus pundaknya. Eca pulang ke rumahnya dengan membawa gorengan yang sudah terjatuh. "Eca, kenapa kamu bersedih?" Tanya ibunya pada Eca. Eca pun langsung duduk di teras rumahnya dan menceritakan semua kejadiannya. "Ya sudah tidak apa apa Ca, ini belum rezeki kita. Udah ya kamu jangan sedih lagi, ibu gak papa kok" ucap ibunya Eca dengan menghapus air mata Eca. "Maafin Eca ya bu, Eca gak sengaja. Dan Eca juga gak tau pria itu siapa, dia tiba tiba lari gitu aja ninggalin Tari dan gorengan yang sudah berserakan" ucap Eca dengan bersedih. "Iya sayang tidak papa, sekarang kamu makan dulu ya, ibu sudah masak nasi goreng buat kamu" ucap ibunya pada Eca. "Makasih ya bu, Eca masuk dulu ya" ucap Eca dan langsung masuk ke dalam rumahnya. Eca pun langsung duduk dan memakan nasi goreng buatan ibu nya. "Nasi goreng ibu emang the best, gak ada tandingannya" gumam Eca dengan terus melahapnya. Selesai makan, Eca langsung menghampiri ibunya yang sedang membersihkan sayuran didepan rumah. Eca pun langsung duduk disamping ibu nya dengan tersenyum senyum. "Kenapa kamu senyum senyum?" Tanya ibunya pada Eca. "Gak papa bu, Eca cuma mau kasihkan ini" ucap Eca pada ibunya. "Ini uang dari mana ca? Kan gorengannya jatuh" Tanya ibunya pada Eca. "Tadi Eca ketemu sama Iki, dia beri Eca pinjem. Ya udah Eca ambil aja, nanti soal bayarnya biar Eca yang urus. Yang penting ibu ada uang untung modal besk" ucap Eca dengan tersenyum. "Eca Eca, makasih ya nak. Ibu bangga sama kamu" ucap ibunya Eca dan langsung memeluk Eca. "Eca sayang sama ibu" ucap Eca dan memeluknya dengan erat. "Ibu juga sayang sama Eca" ucap ibunya dengan tersenyum. Mereka pun akhirnya saling pandang dengan tersenyum. "Kamu belom mandi ya, mandi dulu sana udah bau asem" ucap ibunya dengan tersenyum. "Eh ayah, ayah abis darimana?" Tanya Eca pada Ayahnya. "Ayah abis dari pak Rt, katanya ponakannya mau tinggal dulu disini" ucap ayahnya pada Eca. "Cepetan Eca mandi ih" ucap ibunya pada Eca. "Siap bu negara" ucap Eca dan langsung lari untuk mandi. Selesai mandi Eca pun merebahkan tubuhnya di kasurnya. Ternyata hari sudah sangat sore, waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB. Eca pun siap siap untuk menunaikan ibadah sholat magrib nya. Setelah selesai sholat, Eca mengaji Al-Qur'an seperti biasa. Kedua orang tuanya Eca pun kagum mendengar kemampuan Eca dalam mengaji. Setelah selesai, Eca langsung duduk dipinggir kasur dan membuka buku pelajarannya untuk besok. Saat Eca sedang belajar, tiba tiba ibunya mengetuk pintu kamar Eca. Tok tok tok "Masuk aja Bu" ucap Eca yang masih belajar. Ibu nya Eca pun langsung membuka pintu kamarnya. "Eca lagi belajar, ibu ganggu ya?" Tanya ibunya dan langsung duduk disampingnya Eca. "Enggak kok bu, gak ganggu. Ada apa bu?" Tanya Eca pada ibunya. "Ibu cuma mau ngajak kamu makan" ucap ibunya dengan tersenyum dan mengelus kepala Eca. "Iya bu" ucap Eca dan langsung membereskan buku bukunya. "Yu bu" ucap Eca dengan tersenyum. Eca dan ibunya pun berjalan ke ruang makan, dan terlihat ayahnya sudah menunggu. "Ayo Eca kita makan dulu" ucap ayahnya dengan tersenyum. Eca pun mengangguk dan langsung duduk. Mereka pun akhirnya makan bersama sambil sedikit berbincang bincang. Eca kata ibu, tadi kamu jatuh bertabrakan sama orang ya?" Ucap ayahnya yang sudah selesai makan. "Iya Ayah, tapi gak papa kok, cuma sedikit lecet. Tapi Eca minta maaf yah, Goreng ibu semua berjatuhan dijalan. Ini emang salah Eca, Eca nya gak hati hati" ucap Eca dengan menunduk dan sedih. "Sudah sudah gak papa, ayah sama ibu gak marah sama Eca, yang penting Eca nya gak ada yang terluka" ucap ayahnya dengan mengelus kepala Eca. Eca pun tersenyum mendengarnya. "Maafin ayah ya nak, karena ayah kamu sama ibu jadi begini" ucap ayahnya dengan bersedih. "Gak papa yah, aku sama Eca bahagia yang penting kita masih sama sama" ucap mamanya Eca dengan tersenyum dan menenangkan papanya Eca. "Iya ayah, Eca gak papa kok. Malahan Eca seneng karena ayah sama ibu jadi ada waktu buat Eca" ucap Eca dengan tersenyum. Akhirnya Eca dan kedua orang tuanya pun berpelukan. "Udah ah udah sedihnya, mama mau beresin ini dulu" ucap mamanya dengan tersenyum dan langsung ke dapur untuk membereskan dan mencuci piring kotor. "Ya udah Eca ayah ke kamar dulu ya. Ayah lupa ada tugas murid murid yang belum ayah kasih nilai" ucap Ayahnya dengan tersenyum dan beranjak dari duduknya menuju kamar. Akhirnya Eca pun sama ke kamar juga, Eca langsung merebahkan tubuhnya yang terasa seperti remuk dan pegal pegal. Eca pun terlelap dalam tidurnya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.9K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Kali kedua

read
221.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

TERNODA

read
201.1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook