First Night

1442 Kata

"Sayang, kamu nggak papa?" Vhir menyentuh wajahku. Dia terlihat sangat khawatir. Aku masih saja merasa takut, meski Vhir sudah mengusir Satya dari rumah ini. "Aku minta maaf, Sayang. Maafin aku karena datang terlambat." Tangan lelaki itu menarikku dalam pelukannya. Aku hanya bisa menangis, terlebih saat ingatan tentang Satya dan apa yang dia katakan kembali hadir. "Dok, dia melakukannya. Dia melakukannya lagi. Aku takut." Aku mengusap bibirku dengan kasar, berusaha menghilangkan bekas Satya dari sana. "Dia menyentuhku seperti aku adalah perempuan yang sangat hina. Kenapa orang itu selalu datang? Ini, dia menyentuhku di sini," aku mencekik leherku sendiri, merasa jijik karena perbuatan Satya. "Disty, Sayang, kamu jangan begini. Bukan kamu yang salah, dia yang biadab." Vhir m

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN