"Siapa namamu?" "Berapa usiamu?" "Sekarang hari apa?" "Apa kamu ingat sama dia?" Aku heran, kenapa orang-orang itu terus menanyakan hal konyol seperti itu, seolah-olah aku ini orang yang sangat bodoh dan tidak bisa mengenali diri sendiri. Namun, ketika tiba pada pertanyaan terakhir, hatiku terasa nyeri. Pria dengan kemeja biru shapire yang kini tengah menatapku penuh harap, bagaimana bisa aku melupakannya? Laki-laki bodoh yang memperlakukanku seperti seorang ratu, meski sudah tahu bahwa diriku mengandung anak orang lain. Ya, aku mengingatnya dengan sangat jelas. Dokter Vhir, Abiyan Vhirendra, suamiku. Aku memalingkan wajah ketika Dokter Lucas menanyakan tentang Dokter Vhir. Aku tidak bisa melihat harapan di mata itu. Rasanya diriku ini seperti seonggok sampah tidak berguna, yang tid

