Dokter Vhir bilang, yang datang pagi ini adalah temanku. Kupikir itu Bani, tapi ternyata bukan bocah gendut itu yang ada di depan pintu. Di sana ada dua orang yang tidak kukenal, dan salah satunya menggendong bayi. Bayi itu sangat imut, aku jadi semakin ingin punya bayi sekarang. Pokoknya nanti aku akan memaksa dokter Vhir untuk membuatkan bayi. Dia sudah berjanji. "Adisty! Ya ampun, gue kangen banget ama lo, sumpah!" Perempuan berkerudung itu menghambur memelukku begitu aku keluar. Sementara laki-laki yang menggendong bahi hanya tersenyum sambil mengangguk. "Gimana kabar? Sejak lo nikah sama sekali nggak pernah nongol batang idungnya. Gimana? Udah isi dong, pastinya?" Dia menyentuh perutku, aku ikjt menyentuh perut yang terasa kenyang setelah menghabiskan seloyang pizza. "Udah penuh,

