Aku terbangun karena tubuh terasa panas, saat melihat jam dinding, ternyata ini sudah jam lima pagi. Keringat bercucuran memenuhi dahi, dan orang itu masih memelukku. Aku berusaha keras mengeluarkan tangan dari dalam selimut, lalu berusaha membangunkan dokter Vhir. Setelah berhasil aku mengguncang-guncang tubuhnya dengan meletakkan tangan di d**a pria itu. Aku memejamkan mata lagi karena melihat dokter Vhir ternyata tidak memakai baju. "Dok, bangun." Aku terus menggoncang tubuh besar itu, tapi dia tidak juga bangun, jadi aku memutuskan untuk menendangnya saja. "Awww!" Aku pura-pura tidur lagi saat dokter Vhir jatuh ke lantai. Aku hampir tertawa tapi harus tetap pura-pura tidur agar tidak dijewer. Ayah selalu menjewerku kalau nakal. Sebenarnya ini bukan nakal, aku hanya ingin memba

