Belvara Raypraja. Semua orang yang menyayangi Belva berdiri mengelilingi pusara wanita itu, tempat peristirahatan terakhirnya. Tangis dan raut kesedihan tidak dapat di tutupi, tetas air mata tidak dapat dibendung lagi. Ibu Belva menangis tersedu-sedu di atas pusara anaknya, matanya yang sayu terlihat bengkak karena terlalu lama menangis. Ayah Belva bersimpuh di dekat istrinya, memeluk wanita itu memberikan kekuatan. Denta menatap pusara adiknya satu-satunya dalam diam. Tidak ada air mata di sana. Tidak ada seorang pun yang dapat menebak ekspresi Denta saat ini. Jeva yang menjadi salah satu bagian dari orang-orang yang menyayangi Belva menatap pria itu, menelaah arti tatapan kakak dari sahabatnya. Denta lalu melirik ke arah Jeva yang masih menatapnya, pria itu lalu berjalan menghampiri J

