Bab 54

1300 Kata

Dengan sekuat tenaga yang tersisa, Belva kembali ke apartemennya. Wanita itu duduk diam menatap jendela, tidak ada niatan untuk tidur padahal ini suda dini hari. Jeva tidak pulang, pasti terasa berat untuk wanita itu berada dalam satu ruangan bersama Belva. “Heh.” Belva mentertawakan nasibnya sekarang. Sendirian. Ini memang hukuman yang pantas di dapatkan oleh seorang penghianat. Lama Belva hanya duduk diam dan melamun, sampai akhirnya ia beranjak lalu melangkah perlahan menuju kamar mandinya. Wanita itu menatap penampilannya di cermin. Sekali lagi ia tertawa, mentertawakan penampilannya yang juah dari kata baik. Mata cekung karena sulit tidur, pipi tirus karena kurang nafsu makan, rambut berantakan, wajah kusam. Kondisi Belva saat ini sangat berantakan. “Kau memang bodoh, Belva, ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN