Selesai makan, Daska mengajak Jeva untuk jalan-jalan ke tepi pantai. Menikmati senja yang mulai menyembunyikan dirinya di ujung laut. Burung camar yang menari-nari di awan, deburan ombak yang terdengar syahdu juda desiran angin yang menerangkan rambut panjang Jeva. Mereka menikmatinya dalam keheningan. Tangan saling bergandengan, berjalan beriringan. Daska sesekali melirik perempuan yang berjalan di sebelahnya, masih tidak percaya bahwa ia adalah Jeva. Perempuan yang selalu bersikap dingin dan tak mengacuhkannya. Hati perempuan itu telah luluh oleh usaha Daska selama ini. Dia berharap bisa membahagiakan perempuan itu. Daska mengambil nafas dalam-dalam lalu menghentikan langkahnya. Pria itu melepas tautan tangan di antara keduanya. Jeva yang bingung dengan tingkah pria itu ikut menghentik

