Bab 32

1111 Kata

Jeva menatap cincin warna hitam yang menempel di jari manisnya. Teringat momen manis kejadian kemarin di pulau seribu. Meskipun sikapnya dingin, tetap saja dia seorang perempuan. Kodratnya memang tersipu malu saat pria yang ia sukai bersikap manis padanya. "Jeva, laporan untuk Pak Irsyad kemarin udah selesai belum?" tanya Ratih, teman sekantor Jeva. Perempuan itu menghampiri bilik kerja Jeva, berdiri di balik mejanya menatap perempuan yang masih duduk melamun. "Jev! Kau mendengarku tidak? Halo!" panggil Ratih sekali lagi. Perempuan itu mengibaskan tangannya di depan wajah Jeva. Jeva tersentak kaget dan menatap Ratih gelagapan. "Hah? Kau bilang apa tadi?" tanyanya tersenyum kikuk. Malu karena kepergok melamun di jam kantor. Ratih tersenyum geli melihat kegugupan Jeva. "Aku menanyakan l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN